Rabu, 12 Oktober 2011

Makalah IBD


 

 

 

 

 

 

MAKALAH

PERAN BUDAYA DAERAH DALAM MENUNJANG BUDAYA NASIONAL

Add caption


Tugas : Ilmu Budaya Dasar
Fakultas Teknik Industri
Universitas Gunadarma



Dosen : Muhammad Burhan Amin


Di susun oleh :


Slamet Eko Purnomo
1ID06
36411839



Fakultas Teknik Industri
Universitas Gunadarma Kampus J 1
Jalan KH. Noer Ali Bekasi 17145. Telp. (021)888601 . Indonesia
Mata Kuliah :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen :  Muhammad Burhan Amin
Topik Tugas :  ” Peran Budaya Daerah Dalam Menunjang Budaya nasional “
Kelas :  1ID06
Dateline Tugas :  12 Oktober 2011
Tanggal Pernyataan & Upload Tugas : 13 Oktober 2011
PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain
Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini
PENYUSUN
NPM
Nama Lengkap
Tanda Tangan
36411839
Slamet Eko Purnomo

Program Sarjana Teknik Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA







KATA PENGANTAR

Segala puji kami hanturkan kehadirat ALLAH SWT yang senantiasa mencurahkan segala nikmat dan karunianya kepada saya, yang dengan nikmat dan karunia itu saya senantiasa diberi kekuatan untuk menyelesaikan segala tugas dan kewajiban saya. Yang salah satunya adalah saya bisa menyelesaikan tugas membuat makalah dalam mata kuliah IBD ini selesai pada waktunya.Salam shalawat dan sejahtera senantiasa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga kita kelak diberi syafaatnya di hari kiamat nanti.
Ucapan terima kasih yang bersifat khusus saya sampaikan kepada Bapak Muhammad Burhan Amin sebagai dosen mata kuliah IBD yang telah banyak memberikan informasi tentang seluk beluk dalam pembuatan makalah dan sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang telah mendorong dan memberikan motivasi dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini diberi judul “Peran Budaya Daerah dalam menunjang Budaya Nasionalyakni makalah yang menerangkan bagaimana suatu budaya daerah yang bangsa indonesia ini berperan untuk dalam menunjang budaya nasional. Yang kita lihat di masa ini banyak dari budaya kita yang telah memudar ditelan modernnya zaman ini.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, tetapi mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun sendiri dalam mencari ilmu dan untuk para pembaca pada khusunya. karena penyusun sendiri juga masih dalam proses belajar.
Demikian pengantar dari saya, dan saya sangat mengharapkan saran dan pendapat dari pembaca sekalian yang mungkin akan saya perbaiki pada tugas-tugas saya kemudian. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, saya ucapkan banyak terima kasih.
Bekasi, 10 Oktober 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………   i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………… ii
BAB I      PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang…………………………………………………………………     1
  2. Tujuan ………………………………………………………………………….     2
  3. Sasaran …………………………………………………………………………     2
BAB II    PERMASALAHAN DAN ANALISI SWOT
  1. Strength ( kekuatan ) …………………………………………………………………………………         3
  2. Weakness ( kelemahan ) …………………………………………………………………………………                                                                                                                                  4
  3. Opportunity ( peluang ) …………………………………………………………………………………… 4
  4. Threats ( tantangan ) ……………………………………………………………………………………      4 - 5
BAB III   KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………        6
  2. Rekomendasi ……………………………………………………………………………………     6



Filed Under: Umum
BAB I
PENDAHULUAN

1.   Latar Belakang
            Saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi yang diakibatkan oleh krisis moral. Krisis multidimensi ini terjadi berkepanjangan karena moralitas bangsa Indonesia sebagian besar telah rusak, hal ini terlihat Dari aktivitas pelanggaran hukum yang semakin merajalela. Krisis moral diduga berawal dari semakin jauhnya bangsa Indonesia terhadap kebudayaan yang ada dan semakin maraknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia. Masuknya budaya-budaya asing yang kurang sesuai ini terjadi dari lemahnya karakter bangsa Indonesia yang mengakibatkan daya saing terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia. Bahkan saat ini para penerus generasi bangsa merasa lebih senang bila menerapkan budaya-budaya asing daripada budaya kita sendiri. Hal ini terlihat dari gaya berpakaian maupun gaya dalam bertingkah laku.
Kebudayaan jawa sebagai subkultural kebudayaan nasional, telah mengakar bertahun tahun menjadi pandangan hidup dan sikap orang jawa. Sikap hidup masyarakat jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi dengan nasihat – nasihat nenek moyang sampai turun temurun Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending – gending  serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik, yaitu dari akar yang kuat, berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang, kemudian bertambah maju setelah mengenal serta menggabungkan segala bentuk kesenian dari India dan kesenian asli Jawa serta menjadi sempurna dengan menambahkan ajaran Islami di pulau Jawa.
            Salah satu sarana untuk memperbaiki moral bangsa adalah dengan pertunjukan wayang kulit, karena di dalamnya mengandung cerita cerita yang mengajarkan falsafah kehidupan yang baik. Moral bangsa yang baik akan menjadikan identitas bangsa Indonesia semakin kuat. Wayang bagi orang Jawa merupakan simbolisme pandangan-pandangan hidup orang Jawa mengenai hal-hal kehidupan yang tertuang dalam dialog di alur cerita yang ditampilkan.
Alasan memilih wayang sebagai media penunjang kebudayaan nasional, antara lain karena wayang adalah budaya jawa yang menarik dan unik. Selain itu, wayang berisi tentang ajaran falsafah hidup sejati, artinya setiap cerita yang terkandung dalam wayang selalu mengajarkan akhlak atau perbuatan terpuji. Dan juga mengajarkan kita untuk selalu mencintai Indonesia dan selalu memacu untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
2.   Tujuan
Tujuan dan manfaat penulis dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.      Sebagai syarat dalam menyelesaikan tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2.      Melatih penulis dalam merumuskan solusi Dari suatu permasalahan yang terjadi di Indonesia dengan memanfaatkan seni dalam bentuk Karya Tulis
3.      Menjaga kelestarian pertunjukan wayang kulit sebagai salah satu budaya daerah yang menunjang kebudayaan nasional yang terancam punah
4.      Memberikan solusi atas masalah degradasi moral yang dialami oleh bngsa Indonesia melalui sarana pertunjukan wayang kulit
5.      Memunculkan kembali trend pewayangan jawa yang merupakan salah satu bentuk khasanah budaya Indonesia yang kaya akan falsafah hidup
Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi peran mahasiswa dan lembaga kebudayaan dalam pelestarian seni dan budaya daerah.


3.   Sasaran
Bagi bangsa Indonesia dalam menerapkan budaya daerah sangat perlu dilestarikan agar selalu menunjang budaya nasional dan bagi masyarakat pun ikut serta dalam hal tersebut untuk menjadi yang terbaik, karena apabila bukan kita yang melestarikan dan mengembangkan kebudayaan ini, siapa lagi yang akan melakukannya. Maka dari itu diharapkan atas kesadaran jiwa masing-masing agar selalu ingat akan budaya yang kita miliki dan dapat mewujudkan dasar pancasila. Dan bagi  generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa adalah sasaran utama dalam penyampaian nilai-nilai ajaran pancasila, karena merekalah satu-satunya penerus dalam membudidayakan kesenian yang dimiliki Indonesia setelah di tinggalkan oleh nenek moyang kita agar kebudayan yang kita miliki tidak akan pernah punah sampai kapanpun dan akan terus berkembang dan dilestarikan oleh bangsa kita.



BAB II
PERMASALAHAN
ANALISIS SWOT


§  Permasalahan
Pertunjukkan wayang di Indonesia selalu ditayangkan malam hari sampai menjelang subuh. Faktor ini yang menyebabkan pertunjukan wayang lebih diminati oleh masyarakat yang telah berumur, padahal generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa adalah sasaran utama dalam penyampaian nilai-nilai ajaran pancasila. Bagi kebanyakan anak muda, image pertunjukan wayang bukanlah suatu trend yang patut diikuti. Durasi pertunjukan wayang yang terlalu lama menimbulkan kebosanan penontonnya. Selain itu pertunjukkan wayang sering menggunakan bahasa daerah halus, sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat memahami isi cerita dari pertunjukan wayang.
Adapun kekuatan yang dimiliki budaya bangsa kita setelah perubahan terjadi, dan ada pula kelemahan, peluang dan tantangan yang terlihat. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.   Srength ( kekuatan )                                                              
Ø  Kemajemukan budaya daerah yang ada di Indonesia dapat menjadi sebuah Indentitas khas yang tidak dimiliki Negara lain.
Ø  Melestarikan budaya jawa sebagai budaya daerah yang menunjang kuatnya budaya nasional
Ø  Melindungi generasi Indonesia agar tidak terkontaminasi dengan budaya asing
Ø  Pertunjukan wayang yang selalu berisi tentang ajaran – ajaran kehidupan yang benar sesuai dengan hati nurani
Ø  Seni pewayangan sebagai alat komunikasi yang ampuh serta sarana memahami kehidupan
Ø  Merupakan simbolisme pandangan – pandangan hidup bagi orang jawa




2.   Weakness ( kelemahan )
Ø  pertunjukan wayang di Indonesia selalu ditayangkan malam hari sampai menjelang subuh
Ø  Pertunjukan wayang lebih diminati oleh masyarakat yang telah “berumur”
Ø  Durasi pertunjukan wayang yang terlalu lama
Ø  Pertunjukan wayang sering menggunakan bahasa daerah halus, sehingga hanya orang orang tertentu yang dapat memahami isi cerita
Ø  Kurangnya siaran dari media – media masa yang  menampilkan budaya budaya daerah
Ø  kurang memiliki apresiasi yang cukup bahwa wayang merupakan pruduk budaya unggulan

3.   Opportunitty ( peluang )
Ø  Banyak turis penikmat keunikan budaya Indonesia yang mendokumentasikan budaya Indonesia sehingga dikenal di seluruh dunia
Ø  Sebagian generasi muda masi aktif dan minat dalam mempelajari budaya – budaya daerah
Ø  Pertunjukan wayang lebih diminati oleh wisatawan asing
Ø  Kemajuan teknologi membuka peluang untuk melestarikan kekayaan budaya
Ø  Pertunjukan wayang mendukung dalam penggembangan sektor pariwisata
Ø  Penghargaan dunia atas warisan budaya daerah mampu mengangkat citra dan martabat bangsa dan Negara
4.   Threats ( tantangan )
Ø  Minimnya sarana dan prasarana pemerintah untuk mengembangkan budaya daerah
Ø  Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negative terhadap ketahanan budaya
Ø  Persaingan dengan budaya asing, hal ini tidak dapat dihindari karena kemajuan teknologi informasi yang sangat global, ditambah media komunikasi yang hanya mementingkan materi.
Ø  Pencurian kebudayaan oleh negara lain karena kedudukan diplomasi pemerintah yang lemah
Ø  Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memperhatikan upaya pelastarian budaya nasional
Ø  Perubahan lingkungan alam dan fisik, karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola pikir serta pola hidup masyarakat juga ikut berubah





















BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.   Kesimpulan
            Wayang merupakan suatu bentuk seni gabungan antara unsur seni seni rupa dengan menampilkan tokoh wayangnya yang diiringi dengan gending atau irama gamelan, diwarnai dialog (antarwacana), menyajikan lakon dan pitutur atau petunjuk hidup manusia dalam falsafah. Sehingga pertunjukan wayang kulit di daerah jawa dapat menjadi sarana hiburan sekaligus sebagai sarana pendidikan yang dapat memperbaiki moralitas penduduk jawa dan bangsa Indonesia secara umum. Perbaikan moral merupakan faktor yang sangat penting untuk mengentaskan bangsa Indonesia dari krisis multidimensi yang berkepanjangan. Sehingga pertunjukan wayang kulit dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia dan berperan dalam menunjang budaya nasional.
                                                                           

2.   Rekomendasi
Ø  Seni pewayangan sebagai alat komunikasi yang ampuh serta sarana memahami kehidupan
Ø  Melestarikan budaya jawa sebagai budaya daerah yang menunjang kuatnya budaya nasional
Ø  Kurangnya siaran dari media – media masa yang  menampilkan budaya budaya daerah
Ø  Penghargaan dunia atas warisan budaya daerah mampu mengangkat citra dan martabat bangsa dan Negara
Ø  Minimnya sarana dan prasarana pemerintah untuk mengembangkan budaya daerah
Ø  Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negative terhadap ketahanan budaya




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar